Aku,
aku begitu hangat dan tenang didalam.
Berdegup lincah diantara serat;
tanpa alunan,
tanpa nada,
hanya tetesan buih batin.
Namun,
namun semua tampak gelap;
tak ada rongga,
tak ada celah,
hanya rusuk yang menyelimuti.
Semua.
Semua.
Semuanya tampak gulita.
Aku tak bisa meraba,
apa lagi menerka angkasa.
Namun dalam relung merasa.
Apakah ini sebuah luka?
Kulihat semuanya baik-baik saja!
Tak ada lembab membiru buta,
ataupun tersayat merah merona.
Tapi mengapa semuanya berbanding?

0 komentar:
Posting Komentar