Secarik Amplop Merah

Teruntuk: Nona muda Nancy



Nona,apa kabar nona di cakra-wala sana?
Apakah Nona baik-baik saja? 
Kuharap Nona baik-baik saja.
Apakah hujan masih kerap turun dimalam kelabu?
Apabila tidak,mungkin Nona sudah bahagia;
Bahagia meninggalkan luka,
Bahagia meninggalkan duka,
Bahagia meninggalkan asa,
Bahagia meninggalkan rasa,
dan membahagiakan diri
untuk membangun kisah kembali.
.
.
Kuharap Nona benar-benar bahagia, 
dan senantiasa ceria dikota kembang nanti.
Aku harap kau tidak perlu menjadi pandir paling bodoh sepertiku;
Menanti lantunan itu kembali,
Menanti mentari menerangi kembali,
dan menanti seorang sepertimu pulang.
Berharap aku adalah kepulangan,
untuk semua kepergianmu.
.
.
Nona,
apabila aku sempat terlintas jadi rindumu,
ketuklah pintu ini.
Aku seperti biasa berdiri dibaliknya,
tak lupa kuletakkan kunci dibawah alas ini
agar kau senantiasa berkunjung sesukamu.
.
.
Apabila tak sempat.
Berbincanglah dengan tuhan dalam doanya.
Kuharap kita bisa bertemu dalam mimpi yang sama.
satu mimpi,
mimpi seorang penebang rindu.


Tertanda


Perangkai aksaramu

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Pencarian Jejak

Boddah. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

To get the latest update of me and my works

>> <<