Pulang,
Pulang,
Pulang.
Janganlah kembali.
Jangan.
Aku bukanlah bandara, terminal, atau stasiun.
Jika esok atau lusa kamu dapat pulang pergi.
Aku bukanlah tempat transit.
.
Pulang,
Pulang,
Pulang.
Janganlah kembali.
Jangan.
Aku bukanlah alun-alun, kebun binatang, atau bioskop.
Jika kamu jenuh dengan mudah kamu datang.
Aku bukanlah tempat hiburan.
.Pulang,
Pulang,
Pulang.
Janganlah kembali.
Jangan.
Aku bukanlah pura, gereja, atau masjid.
Tempat dimana kamu meminta dan memuja.
Aku bukanlah tempat permohonan.
.
Pulang,
Pulang,
Pulang.
Janganlah kembali.
Jangan.
Jangan pernah.
Jangan.
.
Jangan.
.
Tapi pulanglah.
Saat dimana aku bisa mengajakmu,
dan kita melakukan hal gila bersama.
Saat dimana kita merencanakan bersama,
ke tempat yang belum pernah atau ingin kita kunjungi.
Saat dimana aku bisa menghiburmu,
ketika kamu jenuh ataupun kesal pada dunia.
Saat dimana aku bisa mendengarmu,
dan kita bisa bersama mengabulkan mimpi.
Menuju ke tempat yang nyata.
Tempat tak terbatas.
Tempat tak terbatas.
Tempat dimana semua rasa berada.
Tempat dimana dongeng bercerita.
Tempat dimana tak ada lagi tempat yang perlu dihadiri,
Selain pulang;
Rumah

0 komentar:
Posting Komentar