Hufftt....
Menyebalkan.
Hujan yang di beranda,
mengapa pipiku yang basah.
Repot.
karna tak ada payung,
ataupun jas hujan yang membantu.
Rumah betonku pun tak bisa menampung.
Menyulitkan.
Aku harus berusaha dan kesusahan menyekatnya.
Apa lagi ketika ia datang bersamaan.
Tanpa permisi,
dan seenaknya saja datang membanjiri.
Kurang ajar.
Hujan dibulan Oktober ini tak beretika.
Sedikit pun ia tak memiliki tata kerama.
Sepertinya aku harus memberinya pelajaran.
Mungkin sedikit pelajaran tentang menghargai,
ataupun sopan santun.
Agar keesokannya ia datang,
tidak selancang hari ini.
Atau setidaknya,
biarkan aku mengetahui kedatangannya.
Agar aku bisa menjamunya.
Dengan secangkir teh hangat dan senyum rindu.

0 komentar:
Posting Komentar