Cinta, banyak orang mencoba mendefinisikan, mengintepretasikan, dan mencari tau apa itu cinta? kapan terjadi? mengapa bisa terjadi? dan bagaimana bisa terjadi? Apakah semua tanya itu akan ada jawab? Entahlah,aku bukan Maha mengetahui. Kadang sebuah pertanyaan diciptakan hanya untuk menjadi sebuah tanya tanpa jawaban. Karna untuk beberapa pertanyaan hidup hanya akan tetap hidup apabila ia tetap menjadi pertanyaan. Dan kita terlahir untuk terlalu sibuk mencari. Tentang siapa kita? Apa yang kita mau? Bagaimana kita ke depan? Bagaimana semua ini berakhir? Kita tak pernah tau,karna kita terlalu banyak bertanya dan mencari jawab.
Jika kau tanya apa yang ku tau tentang cinta,yaitu sebuah perasaan murni yang hidup dalam setiap sel dan magis adanya. Dia ada,tapi tak ada indra dapat merasa. Dia ada,tapi tak dapat diteliti. Dia ada,dan kadang menghilang tanpa bercanda. Dan jika kamu melihatku sebagai seniman,bagiku cinta adalah seni abstrak yang tak dapat di gambarkan dalam dunia nyata,tetapi dapat kau rasa melalui warna dan bentuk. Seperti halnya ketika kamu merasakan cinta,dunia akan lebih beragam dan berwarna.
Kamu akan melihat bahwa dunia bukan sekedar dua buah titik yang berseteru dan menjadi seuntai garis hitam; untuk menjadikannya pondasi kehidupan. Hidup memiliki 16 juta warna dan berjuta bentuk. Indah bukanlah sebuah kata yang cukup untuk menggambarkannya. Sang cinta pun bukan perihal sederhana yang dapat kamu pahami. Dan kerumitan di dalam keadaaan kadang menjadi daya tarik untuk nyawa cinta itu sendiri.
Tak ada teori pasti yang dapat menjelaskan kapan berlangsungnya dan berhentinya cinta. Cinta bukanlah suatu konsep yang konkret dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Cinta adalah ilmu tak pasti yang sudah hakiki. Tak ada ilmuan yang dapat menjelaskan secara signifikan kapan berlangsung dan berhentinya reaksi itu. Karna semua orang menilai dari apa yang mereka amati,bukan apa yang mereka rasa. Karna apa yang mereka rasa itu tak berwujud; cinta,perwujudan rasa yang sempurna.

0 komentar:
Posting Komentar